merayakan-valentine-day-dalam-islam

Bolehkah Merayakan Valentine Day dalam Islam? – Valentine day mungkin bukan istilah asing lagi di Indonesia, khususnya pasangan atau muda mudi yang ingin merasakan suasananya. Banyak yang merayakan hari tersebut walaupun ia berasal dari agama dan budaya apapun. Entah dengan bertukar kado, memberikan bunga atau cokelat, menghias ruangan dengan warna serba pink, dll. Tentu semua tahu bahwa hari tersebut bukanlah hari islam dan tidak patut untuk umat islam merayakannya dimana jika seseorang mengikuti kebiasaan suatu kaum maka ia termasuk dalam kaum tersebut.

Meski kebanyakan orang berdalih tidak merayakan secara langsung dan terang-terangan namun terkadang mereka berpartisipasi dalam acara bertajuk valentine. Misalnya mengadakan atau turut mengikuti promo valentine. Ada juga yang ikut memberikan hadiah di hari kasih sayang namun tidak ingin menyebutnya merayakan valentine. Untuk hal seperti ini apakah tetap dilarang?

Merayakan Valentine Day Berarti Meniru niru Orang Kafir

Telah jelas bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Sehingga merayakannya berarti telah meniru-niru mereka dan menjadi bagian dari mereka.

Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman

Meski tidak secara gamblang menyebut acara bertajuk valentine adalah perayaan orang kafir, bahkan sekedar promo valentine namun ternyata mengikuti promo dan menghadiri acara tersebut termasuk ciri orang tidak beriman.

Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat

Disadari atau tidak, jika anda meminta orang “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan anda meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.

Dan hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama.

Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina

Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.

Semoga informasi ini bisa anda pahami dan kita terhindar dari segala perbuatan yang dilarang Allah SWT.